Sunday, February 1, 2009

Tentang Golput

Golput alias golongan adalah istilah yang sering kita dengar menjelang pemilu. Ditengah maraknya kampanye para caleg, ada pihak yang apatis dengan apa yang mereka kampanyekan. Apatis, tak peduli dan tak mau memilih siapapun dengan alasan tak ada caleg yang baik yang bisa mewakili suara mereka. Tak ada caleg yang baik dalam pandangan mereka. Berita-berita media yang mengungkap keburukan satu-demi satu aleg membuat mereka menjadi semakin antipati sehingga akhirnya tak mau memilih dan memutuskan "aku mau golput saja". Mungkin Anda salah satu dari mereka. Memang tak dipungkiri ada aleg yang bejat, serakah, mementingkan golongannya dan kerjanya hanya tidur saat sidang. Tapi tak semuanya begitu. Namanya juga manusia, ada yang baik ada yang jahat. Yang baik saja tidak bisa sempurna. Bayangkan jika sebagian besar pemilih memilih golput. Bisa saja nanti yang memilih malah orang-orang yang lebih mementingkan golongannya. Atau kalau mau contoh ekstrimnya begini. Jika semua umat muslim di Indonesia yang merupakan bagian terbesar negeri ini memilih golput. Itu artinya tidak akan ada anggota legislatif muslim yang terpilih. Maka duduklah orang-orang nonmuslim di kursi legislatif, dan tunggu saja apa yang akan terjadi selanjutnya... Ada sebuah analogi menarik. Jika memilih caleg sama dengan memilih celana yang kita punya. Celana yang ini kependekan, yang itu kepanjangan, yang anu warnanya tidaik sesuai keinginan, yang lain lagi modelnya ketinggalan zaman. Semua celana kita coba tapi tak ada ynag sesuai dengan selera kita, lalu apakah kita lebih memilih telanjang tak bercelana dari pada memakai salah satunya untuk menutup aurat kita? Ingat... 1.caleg juga manusia 2.semua perbuatan kita, termasuk memilih atau pun golput dalam pemilu akan dimintai pertanggungjawaban.

No comments: